Select a Chapter
Select a Section
- ECC.S1 Hidup ini penuh dengan kesia-siaan
- ECC.S2 Memiliki kebijaksanaan1:12 kebijaksanaan Dalam kitab ini Raja Salomo fokus dalam menyoroti ‘kebijaksanaan’ yang bisa dicari lewat pengalaman, atau belajar dari seorang guru. Selain kebijaksaan, kita juga mengenal istilah ‘hikmat’. Hikmat biasanya dianggap sebagai sesuatu yang dikaruniakan oleh Allah. Oleh karena itu TSI menggunakan ‘hikmat’ dalam konteks yang hendak menunjukkan bahwa Allah sebagai sumber dari hikmat itu. ternyata sia-sia
- ECC.S3 Mencari kesenangan adalah sia-sia
- ECC.S4 Hidup bijaksana dan hidup bebal
- ECC.S5 Segala usaha adalah sia-sia
- ECC.S6 Allah sudah menentukan segala sesuatu tepat pada waktu-Nya
- ECC.S7 Ketidak-adilan selalu ada di dunia ini
- ECC.S8 Bekerjasama lebih menguntungkan
- ECC.S9 Menjadi raja pun sia-sia
- ECC.S10 Jangan seperti orang bebal
- ECC.S11 Memiliki kekayaan pun sia-sia
- ECC.S12 Allah menentukan nasib manusia
- ECC.S13 Hidup bijaksana
- ECC.S14 Orang yang bijaksana sulit ditemukan
- ECC.S15 Ketaatan kepada raja
- ECC.S16 Kenyataan hidup yang sulit dimengerti
- ECC.S17 Orang bijak pun tidak menemukan jawaban
- ECC.S18 Semua orang pasti mati
- ECC.S19 Kebijaksanaan lebih baik dari pada kekuatan
- ECC.S20 Peringatan untuk menghindari perilaku bebal
- ECC.S21 Nasihat menghadapi ketidakpastian dalam hidup
- ECC.S22 Nasihat untuk anak muda
- ECC.S23 Ingatlah pada Penciptamu di masa mudamu
- ECC.S24 Kesimpulan: Takut dan hormatilah Allah


